Seminggu Hilang, Riska Ditemukan Mengapung di Sungai Lau Pala
Korban
terjangan lahar dingin, Riska, 7, warga Desa Kuta Mbaru, Kecamatan
Tiganderket hilang terseret derasnya aliran lahar pada tanggal 9 mei
2016 lalu. Ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Senin (16/5) sekira
pukul 18.00 WIB.
Jenazah
korban ditemukan di aliran sungai Lau Pala, Desa Amburidi, Kecamatan
Kutabuluh, berjarak sekitar 40 kilometer dari lokasi korban pertama
hanyut di sekitar rumahnya Desa Kutambaru.
Warga
setempat, Anta Ginting yang pertama kali menemukan korban di sekitar
sungai yang berada di areal perladangannya mengatakan, saat ditemukan
kondisi tubuh korban sudah membengkak dan menimbulkan aroma tak sedap.
“Pada
awalnya saya turun ke pinggiran ladang yang dekat dengan bibir sungai.
Saat itu saya melihat ada mayat di aliran sungai dengan kondisi
telungkup. Keadaan mayat sudah membengkak. Langsung saja saya laporkan
kepada warga lainnya,”ungkap Anta.
Warga
lainnya, Sedia Tarigan yang ikut mengevakuasi korban menerangkan,
proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan tali dan ban dalam mobil.
Hal itu dilakukan karena mayat berada di tengah bendungan sungai yang
alirannya cukup tenang.
“Begitu
sampai di lokasi mayat mengapung, langsung dinaikkan ke atas ban dan
secara perlahan di tarik ke tepi sungai. Kita cukup mengalami kesulitan
karena kondisi mayat yang membangkak, serta minimnya penerangan karena
evakuasi dilakukan malam hari,”ujar Tarigan.
Dandim
0205/TK Letkol Inf. Agustatius Sitepu yang memimpin langsung proses
evakuasi jenazah korban menyatakan, proses evakuasi berlangsung hingga
pukul 02.00 WIB dinihari.
Tim
evakuasi yang terdiri dari Aparat TNI, Polri, BPBD Karo dan warga
setempat cukup bekerja keras untuk dapat menarik mayat hingga ke jalan
utama. Hal itu disebabkan lokasi penemuan korban berada di dalam jurang
kedalaman sekitar 400 meter yang dibagian bawahnya terdapat aliran
sungai Lau Pala.
“Terima
kasih kepada seluruh tim yang berhasil mengevakuasi jenazah korban,
walaupun dengan medan serta cuaca yang cukup berat,”kata Agustatius.
Sementara
itu Camat Tiganderket, Hendrik Ketaren ketika dihubungi via selularnya
mengatakan, korban hari ini (kemarin) juga langsung diserahkan kepada
keluarga. Menurutnya, korban juga akan langsung dikebumikan mengingat
kondisi tubuh jenazah tidak memungkinkan ditahan lebih lama.
Diketahui,
Hujan deras yang mengguyur perbukitan Gunung Sinabung, Senin (9/5)
sekira pukul 15.30 Wib, menelan korban jiwa. Terjangan lahar hujan
kiriman dari puncak gunung merusak tiga rumah serta menghanyutkan dua
anak warga Desa Kuta Mbaru, Kecamatan Tiga Nderket, Kabupaten Karo.
Satu meninggal dunia atas nama Atifa Parihan Warda als Rihan,6, dan
seorang lainnya atas nama Riska, 7, telah berhasil ditemukan dalam
kondisi meninggal dunia di Desa Amburidi, Kecamatan Kutabuluh setelah
seminggu hilang.
Sumber : karonews.com
Sumber : karonews.com


Comments
Post a Comment