Pesta Mejuah-juah 2016 mengusung Topik “Mejuah-juah for Sinabung”
Pemerintah
Kabupaten Karo kembali mengadakan pengelaran Pesta Mejuah-juah 2016. Pesta itu dilaksanakan selama 4 hari dimulai
tanggal 28 sampai 31 Mei 2016 bertempat di Open Stage Taman Mejuah-juah
Berastagi, Kabupaten Karo.
Pesta
Mejuah-juah 2016 memperlombakan 11 perlombaan antara lain Lomba Tari Tradisonal
Karo Lima Serangkai, Lomba Lukis Ornamen Karo, Lomba Stand Up Comedy Karo, Putri
dan Pangeran Karo, Lomba Perkolong-kolong, Lomba Kuliner Cimpa, Loma Kuliner
Main Course Lanching Set (Manuk, Cipera Jaung Nguda, Dawan), Lomba Catur Karo,
Lomba Ukiran Gerga, Tari-tari Bintang Ndikkar, dan Lomba Peserta Pawai
Kontingen yang pesertanya dari 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Karo.
Ketua Panitia
Pesta Mejuah-Juah 2016 Suang Karo-Karo mengatakan anggaran kegiatan Pesta
Mejuah-juah 2016 ditampung dalam APBD
Karo TA. dengan total anggaran sebesar Rp. 796.722.800,- yang dipergunakan
untuk kebutuhan secara keseluran selama 4 hari penggelaran pesta.
Lanjut Suang, pengelaran
Pesta Mejuah-juah 2016 rencananya akan dibuka oleh Menteri Pariwisata Arief
Yahya dan dihadiri Gubernur Sumatera Utara Tengku Erri Nuradi, dan Kepala Dinas
Pariwisata Provinsi Sumatera Utara.
Tujuan pesta ini
agar kita tetap menjaga dan melestarikan budaya khususnya budaya karo,
mengingat saat sekarang ini banyak generasi muda karo yang tidak mengetahui
bagaimana budaya nya sendiri. Selain itu pesta ini dilaksanakan untuk mendorong
kunjungan wisatawan local maupun mancanegara ke Kabupaten Karo.
Mengingat saat
sekarang ini ada persepsi wisatawan ataupun masyarakat luar bahwa Kabupaten
Karo tidak aman untuk dikunjungi mengingat erupsi gunung sinabung yang terjadi
sejak tahun 2013 sampai sekarang. Dengan diadakan nya pesta ini kita
memberitahu kepada Dunia bahwa Kabupaten Karo Aman untuk dikunjungi khususnya
Kota Berastagi tempat penyelenggaran Pesta ini.
Perlu kita
ketahui rekomendasi PVMBG zona merah erupsi gunung sinabung yaitu radius 4 km
untuk sektor utara-timur laut, 6 km untuk sektor tenggara-timur laut dan 7 km
untuk sektor selatan-tenggara dari puncak gunung sinabung. Semetara Kota
Berastagi berada pada jarak 13 km dari puncak gunung sinabung.
Walaupun kita
mengetahui saat ini acaman abu vulkanik meyebar di Kota Berastagi untuk itu
kita akan mempersiapkan masker di sepanjang jalan lokasi pawai dan di tempat penggelaran pesta yang
diberikan secara gratis, dan Pemerintah Kabupaten Karo akan menstandby kan
Mobil Pemadam Kebakaran di lokasi pesta untuk meyiaram abu apabila abu vulkanik
menghujani Kota Berastagi.
Pada penggelaran
Pesta Mejuah-juah 2016 kita mengusung topik “Mejuah-juah for Sinabung” yang
bertujuan untuk menarik perhatian semua elemen masyarakat, menggaitkan event
ini sebagai himbauan, dan pada pesta ini akan ditampilkan tarian teatrikal dari
anak pengungsi sinabung, selain itu akan disediakan satu stand khusus untuk
pengungsi sinabung dimana stand ini menampilkan video/foto sinabung dan juga
pameran hasil karya pengungsi sinabung berupa kerajinan tangan dan sebagainya.
Melalui topik
yang kita usung “Mejuah-juah for Sinabung” telah mengetuk hati Lembaga ataupun
Istansi seperti BRI yang telah meyumbangkan bantuan Rp.150juta berupa beras
kepada pengungsi sinabung dan juga bantuan dari BPJS Rp. 20juta berupa makanan
dan kebutuhan rumah tangga kepada pengungsi sinabung. Kita sangat mengharapkan “Mejuah-juah
for Sinabung” menjadikan perhatian dan menumbuhkan kepedulian kita terhadap
pengungsi sinabung, jelas suang.
Promosi pesta
mejuah-juah telah dilakukan melalui industry pariwisata, radio, spanduk, media
cetak, website dinas pariwisata kabupaten karo dan lainya. Pesta Mejuah-juah yaitu
event daerah yang sudah menjadi kalender off event pariwisata nasional, tambah
sekretaris panitia Dinasti Sitepu.
Diketahui,
pagelaran budaya tahunan pesta mejuah-juah yang diselenggarakan di Kota
Berastagi, sejatinya sudah dilaksanakan sejak tahun 1997. Namun sempat terhenti
pada tahun 1998 dan 2000 dengan alasan keuangan pemerintah merosot tajam akibat
dilanda krisis moneter. Dan pada tahun 2001 kembali digelar yang berlangsung
hingga tahun 2005 setiap tahunnya. Tapi, sejak tahun 2005 hingga 2014 kembali
hilang dari peredaran.


Comments
Post a Comment